Senin, 20 Juni 2011

KULIAH DI BELANDA


Punya mimpi kuliah di luar negri? Tapi sulit cari beasiswa? Belanda adalah solusinya, Selain terkenal dengan pendidikannya yang berkualitas (terbukti dengan riset yang menyebutkan kualitas pendidikan Belanda termasuk 10 besar terbaik di dunia dan banyak universitas top Belanda yang berada di Top 100 universitas dunia) , Belanda juga terkenal dengan biaya kuliah yang relative lebih terjangkau di banding Negara-negara tujuan lain untuk study seperti Amerika, Jerman, Australia, Inggris dan Negara-negara lain.
Berikut ini saya akan memberikan perbandingan waktu dan biaya kuliah di Australia, Inggris, dan Belanda :

1. Australia
S1 di Australia rata-rata masa kuliah 4 tahun dengan biaya Rp108–269 juta per tahun dan S2 1 sampai 2 tahun dengan biaya S2 sekitar Rp126–314 juta per tahun
Itu masih khusus biaya kuliah,belum biaya lain. Dengan biaya itu, pemerintah Australia tampaknya sadar perlu aturan pendukung agar biaya itu tidak membebani mahasiswa. Aturan pendukung itu adalah pemberian aturan yang lebih longgar soal waktu kerja part time bagi mahasiswa. Jika masa kuliah, mahasiswa hanya boleh bekerja maksimal 20 jam per minggu. Jika liburan,mahasiswa boleh bekerja lebih dari 20 jam per minggu. Biasanya, upah kerja part time adalah Rp71.000–134.000 per jam.
Selain itu,pemerintah Australia juga memberikan perpanjangan visa selama 18 bulan bagi mereka yang telah lulus kuliah (baik S1 atau S2). Perpanjangan visa ini untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk mencari pekerjaan di sana
2. Inggris
Di Inggris hampir sama dengan di Australia,namun gelar sarjana dapat ditempuh selama tiga tahun dan gelar master hanya dengan satu tahun. Gelar tersebut dapat diraih dalam waktu singkat karena sistem yang diterapkan secara intensif sehingga lebih efisien dari segi waktu dan biaya. Hanya saja, biaya kuliah di Inggris jauh lebih mahal. Untuk S1 perlu Rp130–445 juta dan S2 Rp131–427 juta per tahun.
Khusus siswa yang belajar minimal enam bulan di Inggris akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis serta izin untuk mencari kerja paruh waktu (part-time job) maksimal 20 jam per minggu selama masa kuliah dan lebih dari 20 jam selama masa liburan.
Efektif sejak Mei 2006, pemerintah Inggris melalui Prime Minister Initiative (PMI) memberikan kesempatan bagi seluruh siswa internasional yang menempuh pendidikan pascasarjana (S2) di Inggris memperoleh izin untuk tinggal dan bekerja secara profesional di Inggris selama 12 bulan tambahan setelah lulus.
3. Belanda
Kebijakan untuk kerja part time lebih ketat. Jika di luar musim panas, mahasiswa internasional hanya boleh kerja 10 jam per minggu. Saat musim panas, waktunya lebih panjang, yaitu maksimal 8 jam per hari.Minimnya waktu kerja part time ini bertujuan agar mahasiswa internasional lebih fokus ke kuliah mereka.
Sama seperti di Inggris, Belanda juga memberikan perpanjangan visa selama 12 bulan bagi mahasiswa internasional. Perpanjangan ini untuk memberikan kesempatan bagi mereka mendapatkan pekerjaan di sana. Lama waktu studi di Belanda, hampir sama dengan Indonesia, yaitu 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2.
Hanya saja, keuntungan di Belanda adalah biaya kuliah yang lebih murah. Untuk S1, butuh biaya Rp34–102 juta per tahun dan S2 Rp73–219 juta per tahun.

Nah dari perbandingan di atas anda dapat melihat selisih biaya yang cukup signifikan tapi Biasanya, perhitungan biaya hidup tergantung dari gaya hidup dari mahasiswa yang bersangkutan. 2 komponen utama adalah biaya kuliah (tuition fee) dan biaya hidup (living cost).

Tuition Fee

Biaya kuliah di Belanda memiliki kisaran yang sangat beragam. Untuk tingkat s1 atau Bachelor, besaran biaya kuliah antara 3,500 - 7,000 euro pertahun (sekitar 50 - 101 juta rupiah). Sedangkan untuk program s2 atau master, biaya yang diperlukan sekitar 4,000 - 15,000 euro per tahunnya. Biaya ini sudah nett sehingga tidak akan ada lagi pungutan biaya gedung, biaya SKS atau biaya laboratorium.

Living Cost

Biaya hidup (living cost) di Belanda tergolong moderat dibandingkan wilayah eropa yang lain. Kemudahan mencari bahan makanan Indonesia menjadi sebuah keuntungan yang tidak didapatkan di negara Eropa lainnya. Sebagai contoh, mahasiswa Indonesia di Jerman kalau mencari bumbu nasi goreng ataupun sambel botol, umumnya terpaksa menyeberang ke Belanda untuk bisa bisa memperolehnya. Komponen biaya hidup di Belanda sebagai mahasiswa dapat dijabarkan sebagai berikut:

- Akomodasi (tempat tinggal), berupa kamar standard yang umumnya terdiri dari tempat tidur single, meja belajar dan lemari cabinet adalah komponen yang terbesar dari total biaya hidup di luar negeri. Alokasi biaya akomodasi bisa mencapai setengah dari total biaya hidup. Harga rata-rata akomodasi di Belanda adalah sekitar 4000-4800 euro pertahunnya, atau sekitar 60 juta rupiah untuk info kamar bisa liat situs kamernet.nl atau kamertje.nl


- Meals (makan), komponen biaya lainnya yang juga sangat penting adalah urusan perut. Perhitungan biayanya berdasarkan survey adalah sekitar 4,000 euro per tahun. Cara menghemat untuk urusan perut ini adalah, dengan memasak sendiri. Cara ini terbukti ampuh untuk mengurangi biaya makan perbulan hingga 30%. Ini patokannya :
-Hemat : 15-25euro seminggu
-Hemat dengan makan keluar sekali seminggu : 30euroan
-Boros : 50 euro juga belum tentu cukup (sekali makan diluar minimal 5 euro)

- Buku, diperlukan sebagai componen vital yang mendukung mahasiswa dalam menempuh perkuliahan. Buku sebagai sumber informasi yang diakui secara akademis untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di kampus. Berdasarkan survey yang pernah Neso Indonesia lakukan, komponen biaya untuk buku pertahunnya mencapai 600 euro atau 50 euro perbulannya. Namun, banyak mahasiswa yang dapat melakukan penghematan dengan membeli buku-buku second-hand, dari para senior maupun meminjam melalui fasilitas perpustakaan di kampus.

- Insurance, mendapatkan perlindungan di luar negeri memang mutlak. Apalagi, kalau anda terpaksa harus menggunakan fasilitas kesehatan apabila terserang penyakit. Perlu digaris bawahi biaya kesehatan di Belanda sangatlah mahal. Untuk itu keikutsertaan salam program asuransi kesehatan adalah sebuah keharusan. Hal ini juga tertuang dalam ketentuan ketika anda akan mendaftar visa, dokumen keikutsertaan asuransi juga menjadi kompenen yang wajib ada. Biayanya? Sekitar 500 euro untuk satu tahun.

- Transportasi, ada keuntungan ketika memilih Belanda sebagai tujuan melanjutkan pendidikan, karena biaya transportasi yang relatif terjangkau. Mau tau kuncinya? Sepeda! Adalah alat transportasi utama di Belanda meskipun ada trem, bus, ataupun metro. Harga sepeda second-hand berkisar antara 45-140 euro tapi lebih murah lagi jika beli dari teman anda atau beli sepeda curian dipinggir jalan (biasanya da pas malem-malem) akan jauh lebih murah lagi harganya hehe tapi hampir 50% sepeda di belanda adalah curian (katanya sih). Dengan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi, biaya yang dikeluarkan dari rumah ke kampus tentu saja gratis, dan tentu saja sehat! Tapi jika anda enggan bersepeda lebih disarankan ambil abodemen kaart, itu 38 euroan (kalo ga salah) untuk 1 zona dalam sebulan. 2 zona sekitar 63 euro. untuk sebulan.

Catatan : untuk biaya hidup ( Area Rotterdam ), agak sedikit mahal, hal ini dikarenakan kota-kota seperti Rotterdam, Amsterdam, adalah kota turis, oleh karena itu model-model makan di luar agak harus sedikit dikurangi


Sebetulnya banyak cara untuk menghemat biaya yang dikeluarkan agar bisa mewujudkan impian Studi di Belanda. Sekali lagi, semuanya tergantung kepada gaya hidup anda.
Selain itu masih ada Banyak hal yang menjadi alasan untuk menjadikan Belanda sebagai tujuan studi diantaranya:

1. Kualitas Perguruan Tinggi yang Berskala Internasional

Reputasi kualitas pendidikan tinggi Belanda telah diakui dunia, hal ini karena dukungan pemerintah Belanda terhadap sistem dan kualitas pendidikannya. Menurut riset Newsweek kualitas pendidikan Belanda termasuk 10 besar terbaik di dunia. Universitas Utrecht, Leiden, dan Gronningen, adalah beberapa dari banyak universitas top Belanda yang berada di Top 100 universitas dunia.

2. Biaya Kuliah dan Biaya Hidup yang Lebih Terjangkau

Biaya kuliah di Belanda termasuk yang terjangkau dibandingkan negara maju lainnya seperti USA, Australia, dan Inggris. Terbukti dengan Belanda berada di 3 besar negara di dunia yang biaya pendidikan tingginyanya paling terjangkau dan mudah diakses. Untuk biaya hidup, Belanda termasuk negara dengan biaya hidup rendah dibandingkan negara maju lainnya. Untuk biaya kuliah S1 sekitar Rp 30-110 juta dan S2 sebesar Rp 70-220 juta pertahun.

3. Sistem Pengajaran yang Inovatif

Sistem pengajaran di Belanda berpusat pada peserta belajar, serta memberikan kebebasan pada mahasiswa untuk berkreativitas. Sistem pengajarannya berdasarkan Problem Based Learning yang melatih mahasiswa unuk dapat menganalisis dan memecahkan masalah.

4. Masyarakat yang Multikultur

Masyarakat Belanda memiliki pemikiran yang terbuka dan bertoleransi karena telah terbiasa dengan bergaul dengan imigran berbagai bangsa. Hubungan mahasiswa dengan dosen juga sangat dekat sehingga mudah untuk berdiskusi bagaikan seorang teman.

5. Banyak Tersedianya Beasiswa

Belanda merupakan salah satu negara yang royal untuk menggelontorkan dana beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asing yang berprestasi untuk belajar di Belanda. Tidak hanya beasiswa short course namun menyediakan beasiswa penuh bagi mahasiswa dari seluruh dunia.

6. Tersedia Hampir 1500 Program Studi Berbahasa Inggris

Belanda merupakan negara tidak berbahasa Inggris pertama yang menyediakan program studi berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan. Termasuk universitas Utrecht, Leiden, Gronningen. Hal inilah yang menjadikan pendidikan tinggi Belanda menjadi terdepan di dunia.



7. Budaya Mahasiswa

Komunitas pendidikan tinggi Belanda berupaya menjadi bagian dari masyarakat dan tidak ingin terpisah dari masyarakat sekitarnya. Universitas/institut tersebar di seluruh negeri, dan hanya sedikit di antaranya yang memiliki kampus. Bisa juga gedung-gedung satu universitas tersebar di berbagai lokasi. Akan tetapi kehidupan mahasiswa tetap dapat dijumpai. Di lingkungan setiap universitas/institut terdapat jaringan perhimpunan mahasiswa untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan studi, olahraga, ataupun kegiatan rekreasi. Perhimpunan ini dikelola oleh mahasiswa sendiri, bahkan beberapa perhimpunan memiliki orientasi internasional. Mereka juga memiliki cafe-cafe, restoran, dan tempat-tempat pertemuan favorit lainnya. Secara umum dapat dikatakan bahwa komunitas pendidikan tinggi Belanda ingin menjadi bagian dari masyarakat dan tidak terisolasi.

Jika anda ingin lewat jalur beasiswa semoga info ini sedikit membantu :
-Program Beasiswa StuNed-

Program beasiswa StuNed bertujuan membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia pada institusi-institusi di Indonesia. Melalui program beasiswa StuNed, para peminat individual dapat mengikuti program master dan short course di Belanda. Sementara bagi institusi dapat mengajukan proposal untuk group application.

Prioritas akan diberikan kepada calon peserta yang berasal dari organisasi-organisasi lokal yang ber mitra dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda yaitu:

1. Badan Arsip Nasional (ANRI)
2. Badan Intelijen Negara (BIN)
3. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
4. Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan (BAKOSURTANAL)
5. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
6. Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI)
7. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
8. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
9. Bappenas
10. Biro Pusat Statistik (BPS)
11. Casindo
12. Dewan Pers Nasional
13. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (staf ahli khusus Komisi I, III, IV dan VI)
14. Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
15. Institut Teknologi Bandung (ITB), Jurusan Statistik
16. Kejaksaan Tinggi
17. Kementerian Dalam Negeri
18. Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral
19. Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia: Direktorat Jenderal Perundang-undangan; Direktorat Jenderal Imigrasi; Direktorat Hukum Internasional; Direktorat HAM; Direktorat Pelayanan Warga Binaan Pemasyarakatan
20. Kementerian Keuangan
21. Kementerian Koodinator Perekonomian RI
22. Kementerian Lingkungan Hidup
23. Kementerian Luar Negeri
24. Kementerian Pekerjaan Umum
25. Kementerian Pendidikan Nasional
26. Kementerian Perdagangan
27. Kementerian Pertahanan
28. Kementrian Kebudayaan & Pariwisata
29. Kementrian Kehutanan
30. Kementrian Kelautan & Perikanan
31. Kementrian Pertanian
32. Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan Indonesia
33. Komisi Minyak Sawit Indonesia
34. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
35. Komisi Yudisial (KY)
36. Lembaga Pertahanan Nasional (LEMHANAS)
37. Mahkamah Agung (MA)
38. Mahkamah Konstitusi (MK)
39. Pertamina Energi Geotermal
40. Polisi Republik Indonesia (Polri)
41. Politeknik Negeri Ambon
42. Politeknik Negeri Kupang
43. Politeknik Pertanian Negeri Kupang: Fakultas Perikanan dan Pertanian
44. Politeknik Perikanan Negeri Tual
45. Pusat Pelaporan & Analisa Transaksi Keuangan (PPATK)
46. Sekretariat Negara
47. Serikat Pekerja/ Buruh Indonesia
48. Tentara National Indonesia (TNI)
49. Universitas Cendana, Kupang: Fakultas Perikanan; Kehutanan; Peternakan; MIPA (Jurusan Biologi); dan Pertanian.
50. Universitas Cendrawasih, Jayapura: Fakultas Tehnik; MIPA (Jurusan Biologi & Kimia); ISIP (Jurusan Antropologi)
51. Universitas Khairun Ternate: Fakultas Perikanan & Pertanian
52. Universitas Mataram: Fakultas Pertanian dan Perikanan
53. Universitas Papua, Manokwari: Fakultas Pertanian, teknologi dan hasil-hasil pertanian; Kehutanan; Peternakan; MIPA; Perikanan & Kelautan; dan Sastra
54. Universitas Pattimura, Ambon: Fakultas Perikanan; MIPA; Tehnik; Hukum; Ekonomi; ISIP; dan KIP (Keguruan & Ilmu Pendidikan)

Di samping itu, prioritas juga diberikan kepada kandidat perempuan dan calon peserta dari luar Jawa.

Merujuk kepada MASP Kedutaan Belanda, berikut adalah sektor-sektor yang mendapatkan prioritas dan perhatian dari program beasiswa StuNed:

* pendidikan
* good governance
* iklim investasi
* manajemen air
* penyediaan air bersih dan sanitasi
* lingkungan (fokus pada gambut)
* energi yang berkelanjutan

Semua program studi terkait sektor di atas menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, karenanya kemampuan berbahasa Inggris (IELTS/TOEFL) menjadi salah satu syarat utama program beasiswa ini.

Setelah menyelesaikan studi di Belanda, penerima beasiswa diharuskan kembali ke Indonesia dan diharapkan meneruskan komitmennya bagi pembangunan melalui institusi tempat mereka bekerja.
Profil Kandidat

Program beasiswa StuNed dibuat khusus untuk para profesional Indonesia dengan masa kerja minimum dua tahun di tempat kerja terakhir. Prioritas diberikan kepada mereka yang bekerja pada organisasi-organisasi mitra Kedutaan Besar Kerajaan Belanda.

Kandidat StuNed idealnya memiliki komitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kapasitas institusi dari mitra Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belanda dan juga meningkatkan efektivitas dari program-program kerja yang sedang berjalan.
Pilihan Program Studi

Secara umum program studi yang terdapat di situs www.studyinholland.nl dan berkaitan erat dengan fokus area MASP Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan sektor-sektor pembangunan Indonesia dapat dipilih, misalnya:

* Law and human rights studies
* Social studies
* Environmental studies
* Urban and regional planning
* Agriculture oriented studies
* Education oriented studies

Info di atas saya dapat dari sumber-sumber yang saya baca di internet, bukan dari pengalaman pribadi saya, karna saya juga belom pernah kuliah di belanda melainkan masih dalam tahap merajut mimpi untuk bisa study di sana hehe, tujuan saya tidak lain dan tidak bukan hanya untuk member informasi kepada para pembaca yang berminat untuk menuntut ilmu di negri kincir angin tersebut.

Catatn Pengingat Mahasiswa Bodoh